Properti | Tulisan Terlengkap Tentang Properti

Properti | Tulisan Terlengkap Tentang Properti 4.77/5 (95.38%) 184 votes

Ada pepatah bijak yang belakangan selalu didengungkan oleh para motivator bisnis, “Kalau ingin kaya, berinvestasilah. Dan dari segala macam investasi yang ditawarkan, propertilah investasi yang paling menguntungkan.” Sebuah nasehat yang mungkin buat sebagian orang merupakan sesuatu yang mustahil dilakukan, karena alasan dana menjadi hal utama untuk mewujudkan investasi sebuah properti. Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas tentang seluk-beluk properti, ada baiknya kita mengetahui lebih dahulu definisi dari kata properti itu sendiri.

Kalau mengutip dari situs http://id.wikipedia.org/wiki/Properti, arti kata atau penjabaran dari istilah properti adalah menunjukkan kepada sesuatu, biasanya dikenal sebagai entitas dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif. Kepemilikan itu bisa berupa tanah, rumah, kepemilikan barang lain secara fisik, bahkan juga bisa meliputi kekayaan atas hak intelektual seperti kalau kita berhasil menciptakan sesuatu, entah berupa benda atau karya seni seperti lagu atau lukisan. Hal-hal tersebut juga bisa digolongkan sebagai properti.

Properti

Properti

Jelasnya, definisi secara umum dari judul diatas adalah segala sesuatu tentang kepemilikan secara pribadi terhadap sesuatu bersifat barang dan non barang. Namun dalam kurun waktu sekitar satu dasawarsa terakhir, istilah ini sudah dipersempit oleh masyarakat kita sendiri menjadi segala sesuatu berkaitan dengan kepemilikan atas tanah, rumah, gedung, gudang, dan berbagai macam benda sejenis lainnya. Bisa jadi karena agresifnya para pengembang atau developer dalam usahanya memperluas cakupan bisnis di sektor ini, maka mereka mendorong terciptanya sebuah kebutuhan akan tanah berikut bangunannya, yang mana kondisinya mirip dengan barang tambang yang tidak bisa diperbarui. Bedanya, kepemilikan properti bisa dipindah tangankan dari satu pemilik ke pemilik lainnya, dan bentuknya bisa berubah sesuai dengan keinginan sang pemilik.

Menilik kondisi diatas, maka tidak heran kalau beberapa tahun belakangan mulai bermunculan buku-buku tentang properti yang pembahasannya mengerucut di bidang tanah dan bangunannya. Mulai bagaimana memanfaatkannya hanya sebagai sarana tempat tinggal bagi pemiliknya, sampai penjabaran tentang bagaimana memanfaatkan barang milik kita tersebut untuk bisa menghasilkan uang atau penghasilan bagi diri sendiri. Dengan kata lain, kecenderungan belakangan ini adalah mengisyaratkan tentang pemanfaatan kepemilikan kita atas tanah dan bangunannya menjadi pendapatan atau income terutama pendapatan pasif. Dari beberapa buku yang terbit di masyarakat, sebagian diantaranya malah mengajarkan bagaimana caranya mendapatkan tanah atau rumah idaman kita dengan cara gratis. Kata gratis inilah kemudian menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbondong-bondong membeli buku tersebut, walau pada akhirnya tidak sedikit pembeli buku tersebut kecewa karena ternyata isinya hanya sebuah prolog untuk seminar yang akan diadakan si penulis dengan membayar sejumlah uang. Pada akhirnya muncul berbagai teori untuk menyanggah si penulis buku, berdasarkan pengalaman pribadi dari si penulis sanggahan tersebut.

Apapun kondisinya, kalau bicara masalah properti, artinya kita selalu diarahkan pada kepemilikan barang atau benda, utamanya tanah berikut bangunan diatasnya. Apalagi dengaan harga jual yang setiap tahun selalu naik dan tidak pernah kenal istilah penyusutan, kepemilikan tanah dan bangunan tersebut tentunya menjadi sangat berharga sehingga tidak heran saat ini masyarakat berlomba-lomba membeli dan mengkapling tanah di tempat mana dianggap strategis untuk kemudian dibangun rumah atau toko, kadang bisa juga gabungan keduanya sehingga dikenal sebagai ruko. Harganya pun bisa dbilang fantastis. Sebuah kompleks perumahan tempat saya tinggal di daerah Sidoarjo Jawa Timur misalnya, kalau sepuluh tahun lalu anda bisa membeli cukup dengan 120 juta Rupiah, maka sepuluh tahun berikutnya anda sudah tidak bisa lagi membeli dengan harga yang sama. Bahkan anda harus rela merogoh kantong lebih dalam lagi untuk bisa membeli aset ditempat itu karena harganya naik lebih dari dua kali lipat. Artinya anda harus mengeluarkan setidaknya 250 juta Rupiah untuk bisa mendapat satu petak berukuran 102 meter persegi dengan rumah tipe 45 diatasnya. Memang benar pepatah andalan para motivator bisnis tersebut diatas. Bahkan investasi berupa properti sudah dilakukan jauh sejak zaman dahulu kala. Kalau anda melihat sejarah Islam misalnya, para khalifah penerus Nabi Muhammad SAW juga memiliki properti dalam jumlah berlimpah. Hanya saja mereka menggunakan harta bendanya itu untuk berjuang menegakkan agama. Jadi, tidak ada ruginya mulai memiliki properti dari sekarang.

Link gambar: http://pakarinvestasi.com/keuntungan-dan-kerugian-bisnis-investasi-properti/

Kata Kunci:

resepmasakanku.co