Hukum : Kumpulan Tulisan Terkait Hukum

Hukum : Kumpulan Tulisan Terkait Hukum 4.66/5 (93.22%) 158 votes

Sebagai pribadi tangguh serta mampu memberikan kontribusi terbaik dalam melakukan segala hal, manusia tak luput dari terjadinya sejumlah kesalahan dimanapun kegiatan tersebut dilakukan. Seperti pepatah lama mengatakan “tiada gading yang tak retak”, setiap individu selalu memiliki kelebihan maupun kekurangan dengan segala keterbatasan yang dimilikinya sebagai makhluk Tuhan. Namun, segala jati dirinya bukan berarti menjadi sebuah alasan untuk bisa selalu berbuat se kehendak hati, bebas melakukan semua kegiatan tanpa didasari prosedur yang benar sesuai adat kebiasaan masyarakat setempat.

Itulah gunanya peraturan, menjadikan kehidupan individu lebih teratur serta terarah mencapai kebaikan, maupun meminimalkan berbagai kesalahan dimana sangat mungkin sekali terjadi kapanpun dimanapun berada. Peraturan tersebut merupakan sesuatu bersifat baku, berlaku mengikat tanpa adanya alasan atau penjelasan tidak setuju terhadapnya. Artinya memaksa dimana setiap orang pemilik identitas warga negara atau pun sebagai penduduk resmi yang mendiami suatu negara.

hukum

hukum

Harapan ke depannya agar menjadikan umat manusia lebih humanis, memiliki keadilan bagi semuanya secara merata maupun mengurangi kesalahan moral berupa penyimpangan yang mungkin terjadi.

Berbagai peraturan tersebut terkumpul pada suatu dasar yang dinamakan hukum. Dimana segala hal tercantum tertulis, terstruktur sebagai ikatan konkret supaya menjadi kewajiban untuk dilakukan semua individu tanpa terkecuali. Awalnya hukum tersebut dibuat, agar menjadikan setiap kehidupan teratur, berpola sesuai adat kebiasaan yang berlaku secara wajar.

Namun, seiring berkembangnya pemikiran dari sejumlah kalangan atau para ahli hukum menjadi suatu peraturan kompleks. Bahkan mampu menjamah hal kecil yang mungkin terjadi di tengah masyarakat, seperti membuang sampah sembarangan, dilarang menyeberang selain bukan pada tempatnya sampai kepada menegur kesalahan orang lain dimana berakibat sebagai pencemaran nama baik di ranah hukum.

Bukan karena sebuah peraturan ingin mengekang, atau bertujuan merantai kebebasan melakukan segala sesuatu. Hanya saja melatih kedisiplinan dalam menjaga aset, lingkungan maupun hubungan sesama manusia agar lebih baik secara moral dan etika dalam berkehidupan.

Sesuai dengan sifatnya dimana semua orang memiliki kesamaan kedudukan di mata hukum, tidak berdasarkan posisi jabatan pemerintahan, kekuasaan maupun pengaruhnya bagi negara dan masyarakat. Sehingga bisa dikatakan secara analogi adalah duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Berikut jenis hukum di Indonesia sesuai perundangan, yaitu :

  • Hukum pidana

    Bersifat mengatur semua jenis kejahatan / berbagai macam tindak kriminal beserta modul operandinya. Bermacam pasal berikut aturan baku mengikat seorang individu menjalani proses hukum sesuai perbuatannya.
  • Hukum perdata

    Berbicara unsur – unsur norma / etika masyarakat dalam hubungannya dengan kepentingan secara pribadi, memberikan arahan maupun dasar terhadap mekanisme terbaik guna menyelesaikan suatu perkara seperti hukum terhadap hak waris seseorang maupun kekayaan yang dimilikinya.

Untuk itu setiap individu akan waspada serta hati – hati menjalani aktivitasnya di masyarakat, harus selalu menjaga norma tertentu dimana kaki ini berpijak. Karena walaupun satu kawasan, mungkin anda bisa mencobanya jalan ke suatu tempat baru tiba – tiba terlihat ada orang duduk lebih tinggi dengan orang tua. Di benak pikiran pastilah terlintas pertanyaan, dimana letak kesopanan nya ? Namun bagi penduduk setempat itu merupakan sebuah hal biasa atau lumrah selama tidak sampai melakukan hal diluar kewajaran.

Lain halnya ketika berada di sebuah rumah, dari tampak kejauhan terlihat para tamu berjalan sambil menundukkan kepala menuju tempatnya, setelah melihat ke dalam sama sekali berbeda jauh dimana sangat kental terhadap nuansa kebudayaan seperti tradisi cium tangan, bahkan terkadang berpelukan. Bagi beberapa orang mungkin sangat tidak pantas, karena bukan menjadi muhrim atau golongan keluarganya.

Inilah sebuah kemajemukan dimana memang secara realita terjadi di lingkungan sekitar. Tak bisa dihilangkan atau diadakan, melainkan muncul dengan sendirinya secara budaya / adat kebiasaan masyarakat setempat. Namun, tetap tanpa menyentuh sedikit pun penyimpangan selama masih menjadi hal positif di masyarakat. Dan selama norma tersebut sama sekali tidak melanggar terhadap hukum yang masih berlaku di suatu negara.

Karena hukum bersifat terpusat, berlaku terhadap semua budaya warga negara tanpa pandang bulu, suku, agama maupun hal lain secara subjektif, berlaku formal, dan memiliki ketegasan terhadap setiap jenis pelanggaran/penyimpangan yang terjadi dimanapun tanpa mengenal batas waktu.

Sumber gambar : http://lcdc.law.ugm.ac.id/thumbnail/918.jpg

resepmasakanku.co